Rabu, 16 September 2015

My Hometown


https://c1.staticflickr.com/3/2313/2350247089_95d270116e.jpgHello sobat...
Kali ini aku mau posting tentang kota tercintaku,yaitu Pekanbaru. Jadi bagi teman-teman yang penasaran pengen tau gimana kota pekanbaru gampang aja. Bisa liat-liat di internet, atau bisa langsung datang kesana supaya lebih puas..hehe. udah penasaran ya?baik lansung aja deh kalau gitu..
Pekanbaru itu sebuah kota yang secara geografis berada pada posisi strategis,yaitu pada jalur Lintas Timur Sumatera, terhubung dengan beberapa kota seperti Medan, Padang dan Jambi, dengan wilayah administratif, diapit oleh Kabupaten Siak pada bagian utara dan timur, sementara bagian barat dan selatan oleh Kabupaten Kampar. Kota ini dibelah oleh Sungai Siak yang mengalir dari barat ke timur dan berada pada ketinggian berkisar antara 5 - 50 meter di atas permukaan laut. Kota ini termasuk beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34.1 °C hingga 35.6 °C, dan suhu minimum antara 20.2 °C hingga 23.0 °C.
Sebelum tahun 1960 Pekanbaru hanyalah kota kecil yang memiliki 2 kecamatan yaitu kecamatan Senapelan dan kecamatan Limapuluh. Selanjutnya pada tahun 1965 menjadi 6 kecamatan, dan tahun 1987 menjadi 8 kecamatan dengan luas wilayah 446,50 km², setelah Pemerintah daerah Kampar menyetujui untuk menyerahkan sebagian dari wilayahnya untuk keperluan perluasan kota Pekanbaru. Kemudian pada tahun 2003 jumlah kecamatan pada kota ini  menjadi 12 kecamatan. Dari tahun ketahun kota pekanbaru mengalami perubahan yang pesat. Bisa kita lihat di tahun 2010, Pekanbaru telah menjadi kota ketiga berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera, setelah Medan dan Palembang. Laju pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang cukup pesat, menjadi pendorong laju pertumbuhan penduduknya. Karena perkembangan yang sangat pesat sekarang Pekanbaru telah menjadi Ibukota dengan Riau sebagai Provinsinya.
Karena kekayaan adat istiadat melayu. Riau menjadi pusat kebudayaan melayu di Indonesia. Semua itu bisa kita lihat dari bermacam-macam tarian,pakaian,nyanyian,dan rumah adat. Salah satu tarian tradisional di riau  adalah Tari Persembahan. Dimana tarian ini sering di tampilkan sebagai pembuka acara formal.selain tari persembahan masih banyak lagi tarian di Riau, seperti: tari zapin, tari tanjungkatung, tari serampang 12, tari joged lambak. Dan macam-macam nyanyian Riau yaitu, lancang kuning, soleram, nirmala, zapin, selayang pandang, bunga tanjung. Sedangkan macam-macam pakaian adat Riau terdiri dari pakaian adat laki-laki dan perempuan. Pakaian adat laki-laki yaitu baju melayu cekak musang, baju melayu gunting cina, dan teluk belanga. Sedangkan wanita yaitu, baju kurung (kain ,baju,dan selendang), baju kebaya labuh(kain,baju,dan selendanng). Adpun rumah adat melayu Riau yaitu, balai selaso jatuh, rumah adat laso jatuh kembar, rumah melayu atap limas, rumah melayu atap kajang,rumah melayu atap lontiok.
  Nah sobat saya tau apa yang anda fikirkan dari pertama baca artikel ini. Apalagi dalam keadaan lapar,haha. Baiklah sobat, Selain penjelasan di atas tentu sebagai pusat kebudayaan melayu  Riau juga memiliki berbagai macam makanan khas yang lezat, seperti :
  1. Bolu Kemojo
Bolu Kemojo adalah panganan khas Melayu dari Riau. Kue ini sering disajikan pada hajatan, buka puasa, atau perayaan-perayaan hari besar seperti lebaran. Pada umumnya kue ini berwarna hijau coklat dengan rasa pandan. Namun, kini juga dikembangkan berbagai macam rasa seperti durian dan kacang.
 



 2. Lempuk Durian





Lempuk Durian merupakan salah satu Jenis Makanan Khas dari Riau yang terbuat dari Durian, lempuk ini berbentuk seperti dodol. Selain di Riau, lempuk juga dapat dijumpai di daerah lain di Sumatera. Siapa sih yang tidak kenal dengan lempuk durian, "Makanan Khas Riau" ini berasal dari Kab. Bengkalis, bahkan lempuk sudai menjadi ikon Bengkalis, jika kita berkunjung ke Bengkalis kurang lengkapnya jikanya tidak membeli buah tangan Lempuk Durian.





3. Es Laksamanana Mengamuk

 
 Es Laksamana Mengamuk merupakan minuman dingin yang menggunakan buah kuini sebagai bahan utama. Konon, keberadaan minuman ini berawal dari mengamuknya seorang laksamana di kebun kuini. Laksamana tersebut mengamuk lantaran istrinya dibawa lari oleh pemilik kebun kuini tersebut. Sang laksamana menebas-nebaskan pedangnya ke seluruh penjuru, hingga puluhan buah kuini hancur karena kemarahannya ini. Usai sang laksamana menuntaskan kemarahannya dan pulang, orang-orang di sekitar kebun kuini mengambil puluhan buah kuini yang sudah tercincang dan terhampar di rumput. Pada awalnya, orang-orang tersebut bingung, akan diapakan buah kuini yang telah terpotong-potong tersebut. Hingga salah seorang wantia, mencampurkan potongan-potongan buah kuini itu dengan air santan dan gula merah. Jadilah minuman segar, yang pada waktu itu, langsung dinikmati oleh orang sekampung.

4. Roti Jala


Roti jala terbuat dari kombinasi adonan tepung serta berbagai jenis kuah yang bisa dijadikan pilihan. Kuah yang sering digunakan adalah kuah kari dan kuah manis. Roti jala sering ditemui pada saat acara resepsi pernikahan, akikah serta pada saat bulan ramdahan dan hara raya idul fitri/adha.

5. Kue Bangkit


Diberi nama kue bangkit karena ukuran dari kue ini setelah matang dan dikeluarkan dari oven akan berukuran dua kali lipat dari ukuran adonan semula. Warna kue bangkit ini putih kekuningan dan kadang dipercantik dengan diberi noktah berwarna merah di atasnya. Tekstur kue bangkit yang sangat halus dan gampang remuk. Kue bangkit akan lumer di dalam mulut dan mempunyai rasa yang renyah ketika dikunyah. Rasanya yang manis ini menjadi daya tarik bagi anak-anak.
                setelah membaca penjelasan di atas bagaimana  pendapat sobat tentang Riau? Indah bukan?. Apalagi setelah melihat berbagai macam makanan khasnya yang lezat. Jadi, bagi sobat yang berkunjung kesana jangan sampai ketinggalan deh nyobain lezatnya mkanan khas Riau. Jadi mulai sekarang buruan nabung supaya bisa jalan-jalan ke Riau.
            Selamat menabung sobat....:) 




 Sumber gambar klik disini






Tidak ada komentar:

Posting Komentar